Minggu, 27 Februari 2011

ALL About LOMO ..

        Leningrasdkoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie atau LOMO ternyata di ambil dari sebuah nama pabrik lensa di St.petersburg, Rusia. Belakangan, kamera ini menjadi alternatifbuat pecinta foto yang bosan dengan teknologi kamera digital atau SLR. Robot ringan dan sensasi unik di setiap hasil jepretannya bikin orang ketagihan mencoba. Asal usul LOMO sendiri pertama kali di temukan oleh Jendral Igor Petrowitsch Lornitzky dan Michail Panfilowitsch Panfiloff. Dua orang dari pabrik persenjataan dan alat optik Rusia ini kagum banget dengan sebuah kamera unik asal Jepang. Keduanya memutuskan untuk mengembangkan kamera tersebut supaya dapat di produksi kembali dan jadi kebanggaan Uni Soviet. Maka lahirlah LOMO Kompakt Automat (Lomo LC-A) pada tahun 1982. Penjualan kamera ini saat pesat, sampai kebelahan dunia lain. tapi seiring berakhirnya masa komunisme, penjualan Lomo juga ikut surut sampai hampir gak terdengar lagi. Sekitar 10 tahun kemudian LC-A di tmukan lagi di darata Praha-Ceko, oleh dua orang mahasiswa asal Vienna, yaitu Matthias Fiegl dab Wolfgang Stranziger. Namun keadaann LC-A  yang mereka temukan sudah usang banget. setelah kamera itu di betuli dan bisa di pakai lagi, antara tahun 1992-1993 mereka merintis lomographic Society )Lomographische  Geselleschart), klub pecinta LOmo yang berbasis di Vienna. Pada tah\un 1994, di gelar Pameran Lomografi pertama di Mockow. Sampai saat ini, lebih dari 500.000 penggemar Lomo tergabung di dalamnya, termasuk dari Indonesia yang tergabung dalam Lomografi Indonesia ataulebih dikenal Lomonesia.

       Misteri Lomo terletak pada hasil jepretannya sendiri. Konon, lensa lLomo memiliki cacat. Bisa di tanyakan pendapat photographer2 profesional tentang kamera plastik yang satu ini. Namun kelemahan inilah yang justru membuat hasil jepretan lomo sangat khas dan unik. Kita bisa menemukan warna2 khas Lomo yang sulit di hasilkan oleh kamera biasa. Di bagian sudut frame, kadang muncul warna gelap yang membentuk kesan artistik ya ga biasa. Lalu, dalam kondisi pencahayaan normal bisa saja muncul unsur warna biru, merah kuning dan warna lainnya. Unik banget ya ?
       Selain itu, kita juga bisa bereksperimen dalam memotret, misalnya menngunakan kaca pembesar sebagai ganti fitur macro, atau yang sedikit lebih aneh yaitu merembus film. Selain pada teknik pengambilan gambar, keunikan Lomo yang terletak pada hasil gambar yang tak terduga di setiap jepretan. Karena pada dasatnya. Lomo adalah kamera yang sederhana, di mana kekurangan justru menjadi kelebihannya. Keistimewaan Lomo juga di hasilkan dari rol film atau seluloid yang di gunakan. Misalnya efek nuansa kemerahan seperti terbakar (Light leaks), hasil gambar menumpuk (multiple exposure) dan masih banyak efek lainna yang bisa di hasilkan kamera Lomo. Perawatan Lomo mudah dan Praktis. Cukup simpan di tempat ynag nggak lembab dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Kamera ini terbuat dari plastik sehingga cukup ringgih.
      Jangan sampai jatuh supaya flashnya nggak rusak. Jika lensa berembun, segera bersihkan dengan kapas atau cutton bud yang mengandung cleanser lalu cepat keringkan.


MACAM-MACAM LOMO


  1. Lomographic Color plash Camera


Keistimewaan Lomo yang satu ini adalah plash yang punya bermacam warna. Foto yang di hasilkan pun warnanya beda dari yang tampak di viewfinder, hint: choose your favorite color


2. Lomographic Fish-Eye Camera



Sesuai namnya, karena ini mengambil banyak gambar layaknya pandangan mata ikan, berbentuk cembung. biar efeknya lebih terlihat, sebaiknya di gunakan pada objek outdoor.










 3. Lomographi Frogeye Underwater


Seperi sifst katak merupakan hewan amphibi, kamera inibisa di gunakan di daratan maupun di dalam air. Acara berenang sama teman teman jadi lebih seru deh.
4. Lomographic Oktomat

Lomo dengan lensa majemuk (8 lensa)yang mengambil gambar secara berurutan dalam waktu tertentu.


 5. Action Sampler
4 lensa majemuk membentuk segiempat dan Super sampler 4 lensa sejajar




Tidak ada komentar:

Posting Komentar